Kamis, 11 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN KHUSUS SAINS


            Model pembelajaran merupakan kerangka  konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisasikan pengamalan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, model pembelajaran adalah pembungkus proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran dalam menyampaikan materi IPA akan berbeda dengan materi IPS dan materi pelajaran lainnya. Hal ini berarti tidak semua model sesuai untuk semua materi pelajaran. Materi IPA pun mempunyai karakteristik tersendiri sehingga tidak dapat menggunakan semua model pembelajaran.  Berikut ini merupakan model pembelajaran yang dapat digunakan dalam menyamaikan materi IPA.               
                                          
1.       MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (Contextual Teaching Learning)
Ciri kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual yang tercakup dalam model pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut :
-        Pengalaman nyata
-        Kerjasama, saling menunjang
-        Gembira, belajar dengan bergairah
-        Pembelajaran terintegrasi
-        Menggunakan berbagai sumber
-        Peserta didik aktif dan kritis
-        Menyenagkan,tidak membosankan
-        Sharing dengan teman
-        Guru kreatif
RPP yang dirancang harus memenuhi hakikat CTL antara lain: Konstruktivisme, Tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, penilaian autentik.

2.       MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan pencapaian akademik dan sikap social peserta didik melalui kerja sama di antar mereka. Model pembelajaran kooperatif bertujuan dalam peningkatan pencapaian akademik, peningkatan rasa toleransi dan menghargai perbedaan, serta membangun keterampilan social peserta didik.Karakteristik pembelajaran kooperatif adalah :
-        Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan
-        Tim yang dibentuk dari peserta didik dengan kemampuan tinggi sedang dan rendah
-        Tim yang dibentuk heterogen (ras, budaya,gender)
-        System penghargaan diorientasikan pada kelompok dan individu.
 Beberapa tipe pembelajaran kooperatif adalah : STAD (Student Team Achievment Division), TGT (Team Game Tournament), Jigsaw II, Group Investigation (GI), Team Assisted Individualization (TAI).
 

3.     MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY          (SETS)
Model Pembelajaran SETS merupakan suatu model pembelajaran yang menghubungkan sains dengan unsur lain, yaitu teknologi, lingkungan, maupun masyarakat. Sistem social yang akan ditingkatkan dalam pelaksanaan model pembelajaran SETS adalah sifat peduli lingkungan, kerjasama, dan toleransi dalam hidup bermasyarakat.

4.       MODEL PEMBELAJARAN IQRA
Model pembelajaran iqra adalah suatu model pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk aktif mengekploitasi lingkungan yang ada disekitarnya. Pada model pembelajaran Iqra, sebelum memulai pembelajaran, peserta didik diajak untuk mengenal sifat-sifat ketuhanan.  Melalui pembelajaran Iqra Peserta didik dituntun untuk dapat melihat atau membaca segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah SWT berupa alam semesta dan kekayaannya. Dengan pembelajaran Iqra, diharapkan peserta didik akan dapat memahami atau bahkan menemukan konsep-konsep IPA tanpa meninggalkan atau mengabaikan konsep-konsep ketuhanan. Sintagmatis dari model pembelajaran Iqra yaitu eksplorasi, konseptualisasi, komunikasi.

5.       MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY
Arti Kata “discovery” adalah penemuan, sedangkan “Inquiry” adalah mengadakan penyelidikan. Model pembelajaran discovery-inquiry merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Pembelajaran discovery merupakan pembelajaran yang selalu melibatkan peserta didik dalam pembangunan konsep IPA yang melibatkan proses mental yang terjadi di dalam diri peserta didik. Proses mental yang terjadi ketika menggunakan model discovery adalah observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferi. 

6.       MODEL PEMBELAJARAN PBM (PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. PBM bertujuan untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menyelesaikan masalah, dan keahlian intelektual.
Terdapat tiga ciri utama Model Pembelajaran Berbasis Masalah, yaitu:
1.    Tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran, tetapi melalui PBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi,mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.
2.      Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.
3.   Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir dedukif dan induktif.
Bentuk utama dari PBM adalah mengajukan pertanyaan/masalah  yang dapat dikaji dalam berbagai disiplin ilmu, penyelidikan hal-hal nyata, kolaborasi dan menghasilkan sesuatu yang dapat dipublikasikan. John Dewey, seorang ahli pendidikan, berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah PBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem bases learning) sebagai berikut :
1.       Merumuskan masalah
2.       Menganalisis masalah
3.       Merumuskan hipotesis
4.       Mengumpulkan data
5.       Menguji hipotesis
6.       Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah
Model pembelajaran Berbasis Masalah ini tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi banyak kepada siswa. Model ini dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, keterampilan intelektual, belajar berperan sebagai dewasa melalui pelibatan siswa dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi Self-regulated learner.

7.       MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Pada perkembangannya pembelajaran pada abad 21 ini lebih menitik beratkan  pada penyampaian materi yang dilakukan secara terintegrasi, menyeluruh dan bermanfaat. Suatu materi dapat dikaji dari dua sisi, yaitu dalam suatu bidang ilmu (interdisiplin) maupun dari bidang ilmu yang berbeda (antardisiplin ilmu) dimana diasumsikan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan  berbagai ilmu yang diterimanya. Karena pada dasarnya tak satupun permasalahan (konsep) yang dapat ditinjau hanya dari satu sisi saja, inilah yang menjadi prinsip utama dalam pembelajaran terpadu.        
Berdasarkan pola pengintegrasian, Fogarty mengemukankan bahwa terdapat sepuluh model pembelajaran terpadu, yaitu: fragmented model, connected model, the nested model, the sequenced model, the shared model, the weebed model, the threaded model, the integrated model, the immersed model,the networked model.   

8.       MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (DI)
Dalam DI guru biasanya menghabiskan beberapa jam pembelajaran, kemudian memandu peserta didik melalui masalah yang kompleks yang dipecahkan menjadi langkah-langkah sederhana untuk melakukan sendiri, dan pada akhirnya mereka diberikan masalah yang banyak untuk diselesaikan sendiri.  

Daftar Referensi
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran . Jakarta: Bumi Aksara
Trianto. 2015. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara
Wisudawati, A.W, dan Sulistyowati, E.2017. Metodologi pembelajaran IPA. Jakarta : Bumi Aksara

Berdasarkan artikel diatas penulis ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1.    Apa saja hal-hal yang harus kita perhatikan dalam memilih model pembelajaran yang akan kita gunakan?
2.    Selain 8 model pembelajaran yang sudah di jelaskan diatas, apa model pembelajaran lainnya yang bisa kita gunakan untuk sains?
3.     Materi apa yang sangat cocok untuk model pembelajaran DI ?

28 komentar:

  1. Ulasan yang menarik untuk dibahas..
    Saya akan menjawab permasalahan nomor 1.
    Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih model pembelajaran menurut saya adalah sebagai berikut :
    1. Materi yang sedang dibahas
    2. Kondisi siswa
    3. Fasilitas pendukung
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat dengan saudari santi. Kesesuaian materi pelajaran. Fasilitas yang ada dan keadaan siswa adalah point penting yang harus diperhatikan guru sebelum memilah model pembelajaran. Terima kasih

      Hapus
    2. terima kasih sdri rohana dan sdri susanti. dalam hal kondisi siswa, aspek apa saja yang harus kita perhatikan?

      Hapus
  2. Sy akan mencoba menjawab pertanyaan no 2.
    Naa adapun model yang dapat digunakan untuk pembelajaran sains:
    Diantaranyaa fragmanted,connected,celluler,dsb. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan pendapat saudari wilda , model IPA terpadu dapat digunakan seperti beberapa model yang telah disebutkan hanya saja belum semua guru mengimplementasikan karena kurangnya pemahaman guru tentang model tersebut.

      Hapus
    2. terima kasih sdri desi dan sdri wilda. dari sekian banyak model pembelajaran model manakah yang paling banayk/ sering digunakan guru ?

      Hapus
  3. Saya akan mencoba menjawab pertnyaan no 1
    Yg dimana pertanyaannya apa saja yg harus di perhatikan dalam model pembelajaran? ,
    Pertama kita harus melihat materi apa yg kita ajarkan saat itu baru kita cocokkan kemodel yg pas untun di gunakan, yg kdua adalah kesiapan guru dalam model guru harus paham betul terhadap model yg akan di gunakan sehingga, saat proses pembelajaran tidak adanya kerancuan dalam pembelajaran, yg ketiga kesiapan dari siswa untuk model tersebut sebelum pembelajaran kita harus melihat kesiapan siswa apakah siswa dpat mengikuti model pembelajaran yg akan kita gunakan atau tidak, di karenakan ada beberapa model yg dimana membutuhkan pemahan siswa yg lebih lgi dan yg ke empat adalah sarana dan prasarana yg mendukung sehingga memungkinkan model tersebut di gunakan dalam pembelajaran.
    Terimakasih

    BalasHapus
  4. Saya akan menanggapi pertanyaan no 2
    Selain 8 model pembelajaran yang sudah di jelaskan diatas, apa model pembelajaran lainnya yang bisa kita gunakan untuk sains ?
    Model lain yang bisa digunakan adalah model pembelajaran urutan dan rangkaian, model bagian , dan model keterhubungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri zahara. menurut anda apa yang menyebabkan guru hanya mampu mengaplikasikan beberapa model saja. padhal yg seperti kita ketahui banyak sekali model pembelajaran yg ada.

      Hapus
  5. Baik saudari saya akan menanggapi persoalan yg no 3. Pada dasarnya semua materi bisa cocok dg model pembelajaran DI, pendapat saya yg lebih cocok lagi materi yg digunakan pada model ini yaitu pada materi sistem rangka pada manusia, pembelajaran biologi, dengan demikian siswa dapat menjelaskan bagian rangka yg ada pada dirinya sendiri atau pada rekan sekelompoknya dg secara langsung dan kegiatan tersebut akan sangat mudah utk rekan" lainya menerima secara langsung apa yg dijelaskan pd pembelajaran tersebut, namun pada akhirnya akan dijelaskan juga secara menyeluruh/mendetail oleh siguru yg mengajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdr. roni menrut anda mana yang lebih efektif menggunkan model rangka atau tubuh manusia langsung. mengingat tulang tidak tampak langsung pada tubuh kita

      Hapus
  6. Sya akan menjawab pertnyaan no 1 hal ap yg hrus diperhatikan dlm memilih model :
    1. Menyesuaikan materi dengan model cocok atau tdk.
    2. Melihat kondisi siswa dikls.
    3. Fasilitas sekolah, jk skolah tdk memiliki fasilitas yg memadai sebaiknya guru hrus menyiapkan perngkat"ap sja yg dibutuhkan pda model trsbt dri rmh sehingga diskolah model trsbut bisa trlaksana.
    Trmaksh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri putri, apa saja kondisi siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?

      Hapus
  7. Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1
    Apa saja yg harus diperhatikan sebelum memilih mmodel pemebelajaran adalah
    1. Kenali karakteristik peserta didik
    2. Perhatikan materi yg akan di ajarkan
    3. Peerhatikan tujuan pembelajaran diharapkan agar dapat dipenuhi oleh PD.
    Sebagai contoh, kalau materi pembelajaran menuntut PD untuk menyelesaikan masalh, tentu pilih lah model pembelajaran berbasis masalah 🙂🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdr wendra, apa saja karakteristik peserta didik yang harus diperhatikan dalam memilih model?

      Hapus
  8. Syaa akan menanggapi no.2 model pembelajaran Project Based Learning, inquiry, mind map, kolaboratif dapat digunakan sbg model pembelajaran khusus sains

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri desi, mhon dijelaskan secra umum karakteristik model mind map dan kolaboratif.

      Hapus
  9. Menjawab soal nomor 2 selain 8 model do atas ada jg model lain yang bisa di gunakan model keterkaitan Dan rankaian dan model hubungan contohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri. laila. sebagai seorang guru model apa yang sering anda gunakan dikelas?

      Hapus
  10. saya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang hal-hal yang harus kita perhatikan dalam memilih model pembelajaran yang akan kita gunakan yaitu guru harus menyesuaikan dengan materi sebelum memilih model yang akan digunakan dan jenjang pendidikan yang akan kita terapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju dengan pendapat Rahayu Seay, sedikit menambahkan selain materi ada hal lain yang perlu diperhatikan saat kita memilih model pembelajaran diantaranya karakteristiik siswa dan sarana prasarana yang tersedia.

      Hapus
    2. terima kasih sdri rahayu dan sdri novrina, apa saja karakteristik siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?

      Hapus
  11. Untuk pertanyaan nomor 1
    Hal yang harus diperhatikan dalam memilih model pembelajaran yaitu guru harus mampu mencocokkan atau menyesuaikan materi pelajaran dengan model pembelajaran yang akan digunakan.
    Selain itu karakteristik siswa dan sarana prasarana juga harus disesuaikan dengan model yang akan digunakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri fella apa saja karakteristik siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?

      Hapus
  12. saya akan menanggapi pertanyaan no 1.
    persiapan yang masak menjamin akan diberikannya pengalaman belajar yang efektif bagi siswa. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan saat merencanakan model pembelajaran terpadu terkait bahan ajar yang akan digunakan, yaitu:
    Pemilihan tema atau materi
    Menentukan hasil pembelajaran
    Membuat hubungan-hubungan antara tema atau materi pada mata pelajaran IPA dengan mata pelajaran lain
    Menentukan dan mengembangkan kegiatan belajar
    Mengembangkan rancangan penilaian

    BalasHapus
  13. Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya.

    BalasHapus

KECERDASAN BUATAN ATAU ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semak...