Abad 21 dikenal sebagai abad
globalisasi dan abad teknologi informasi. Perubahan yang sangat cepat dan dramatis pada
abad ini merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Era
pengetahuan di abad 21 dicirikan adanya pertautan dalam dunia ilmu pengetahuan
secara komprehensif. Era global serta pengintegrasian teknologi dalam
pendidikan, turut mempercepat terjadinya sinergi pengetahuan lintas bidang
ilmu, sehingga melahirkan bidang ilmu baru seperti: kimiafisik, biokimia,
biofisika, bioteknologi, dll. Hal ini merupakan tantangan terutama dalam dunia
pendidikan.
Sains
memiliki kontribusi yang cukup besar
dalam perkembangan teknologi, yakni sebagai ilmu dasar yang melandasi
pengembangan teknologi. Hal ini yang menyatukan keduanya menjadi kesatuan yang
dikenal sebagai Saintek/IPTEK. Kemajuan suatu negara tercermin dari kemajuan
teknologinya, tentu saja termasuk kemajuan di bidang sainsnya. Jepang adalah
contoh salah satu negara yang sangat concern dalam mengembangkan bidang sains
dan telah mengantarkan negara ini menjadi negara maju khususnya di bidang
teknologi. Oleh karenanya penguasaan sains menjadi sangat penting.
Menyadari
kompleksitas tantangan di masa depan, komisi bidang pendidikan UNESCO (Commision Education for The “21” Century)
merekomendasikan 4 pilar pendidikan yang dapat dijadikan sebagai landasan
pendidikan meliputi:
1. learning to know, yaitu belajar untuk mengetahui dengan cara
menggali pengetahuan dari berbagai informasi.
2. learning to do,
yaitu belajar untuk melakukan suatu tindakan atau mengemukakan ide-ide.
3. learning to be,
yaitu belajar untuk mengenali diri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan.
4. learning to live together, yaitu belajar untuk menjalani kehidupan bersama
dan bermasyarakat yang saling bergantung, sehingga mampu bersaing secara sehat
dan bekerjasama serta mampu menghargai orang lain.
Arah pendidikan abad 21 ini sangat relevan dengan
tujuan pendidikan di Indonesia sebagaimana tercantum Undang Undang Sisdiknas
No. 20 Tahun 2003, Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Y.M. E, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Standar baru diperlukan agar siswa kelak memiliki kompetensi
yang diperlukan pada abad ke-21. Sekolah ditantang menemukan cara dalam rangka memungkinkan
siswa sukses dalam pekerjaan dan kehidupan melalui penguasaan keterampilan
berpikir kreatif, pemecahan masalah yang fleksibel, berkolaborasi dan berinovasi.
Kompetensi dan keterampilan bertahan
hidup yang diperlukan oleh siswa dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan
kewarganegaraan di abad ke-21 ditekankan pada tujuh (7) keterampilan berikut:
1.
Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,
2.
Kolaborasi dan kepemimpinan,
3.
Ketangkasan dan kemampuan beradaptasi,
4.
Inisiatif dan berjiwa entrepeneur,
5.
Mampu berkomunikasi efektif baik secara oral maupun
tertulis,
6.
Mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan
7.
Memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi
P21
(Partnership for 21st Century Learning)
mengembangkan framework pembelajaran di abad 21 yang menuntut peserta didik
untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dibidang teknologi,
media dan informasi, keterampilan pembelajaran dan inovasi serta keterampilan
hidup dan karir. Framework ini juga menjelaskan tentang keterampilan,
pengetahuan dan keahlian yang harus dikuasai agar siswa dapat sukses dalam
kehidupan dan pekerjaannya.
Framework pembelajaran di abad 21
Pergeseran paradigma Belajar Abad
Ke-21
REFERENSI
Sudarisman,
S. 2015. Memahami Hakikat dan Karakteristik Pembelajaran Biologi dalam Upaya
Menjawab Tantangan Abad 21 Serta Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Florea, 2 (1): (29-35).
Wagner, John A.
& Hollenbeck, John R. 2010. Organizational Behavior: Securing
Competitive
Advantage. New Yor: Routledge.
Wijaya, E.Y., Sudjimat, D.A., dan
Nyoto, A. 2016. Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Di Era Global. Prosiding
Seminar
Nasional Pendidikan Matematika 2016
- Universitas Kanjuruhan Malang.
(1) : 263-278.
Zubaidah, S. 2016. Diakses tanggal
16 September 2018. Keterampilan Abad Ke-21 : Keterampilan yang diajarkan
melalui pembelajaran. https://www.researchgate.net/profile/
Siti_Zubaidah5/publication/318013627_KETERAMPILAN_ABAD_KE21_KETERAMPILAN_YANG_DIAJARKAN_MELALUI_PEMBELAJARAN/links/5954c8450f7e9b2da1b3a42b/KETERAMPILAN-ABAD-KE-21-KETERAMPILAN-YANG-DIAJARKAN-MELALUI-PEMBELAJARAN.pdf
Berdasarkan artikel diatas penulis ingin berdiskusi bersama mengenai
beberapa pertanyaan antara lain:
1. Dari empat pilar kehidupan yang mencakup learning to know, learning to do, learning
to be dan learning to live together manakah pilar yang paling sulit untuk
diaplikasikan?
2. Sebagai seorang pendidik, apa saja keterampilan,
pengetahuan dan keahlian yang harus dimiliki dalam menghadapi Pergeseran paradigma Belajar Abad
Ke-21 ?
3. Bagaimana
cara kita untuk memastikan validitas sebuah informasi ?
