Perkembangan
komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring
dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada
awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan
secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan,
Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin
mengembangkan komputer agar dapat
membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu
komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti
dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Sistem cerdas (intelligent system)
adalah sistem yang dibangun dengan menggunakan teknik-teknik artificial
intelligence.
Dalam
dunia teknologi, AI bukan hal baru. Keberadaannya sudah ada cukup lama hanya
saja tidak kasat mata. AI sudah mulai diciptakan manusia sejak abad ke 17 oleh
para ilmuwan matematika dunia. Namun gaung ketenaran teknologi tersebut baru
mencuat sekitar 1950 silam. Christopher Strachey dari University of
Manchester, United Kingdom, merupakan programmer yang pertama kali menuliskan
AI pada mesin Ferranti Mark I.
Mesin
tersebut terdapat di dalam komputer dengan permainan naskah. Kemudian teknologi
mulai dikembangkan secara luas, bahkan digunakan pada sistem pertahanan sebuah
negara. Perdebatan mengenai AI memang masih tetap berlangsung. Beberapa ilmuwan
menentang pernyataan kecerdasan buatan mampu mencapai titik kepintaran manusia.
Namun bagi beberapa ilmuwan dunia, kecerdasan buatan bahkan bisa lebih canggih
apabila terus dikembangkan.
Di Indonesia, AI sudah
berkembang dalam bentuk chatbot atau robot. Bots atau chatbots merupakan
perangkat lunak berteknologi robot. Aplikasi tersebut mampu mewakili sebuah
aktivitas obrolan. Bots memang belum populer. Namun dalam beberapa tahun ke
depan platform tersebut akan menjadi tren bagi aplikasi ponsel pintar. Secara
sederhana, bots atau chatbots memang tak bisa dilihat secara kasat mata.Namun penggunaannya
sebenarnya sudah lama ditanam, di antaranya dalam aktivitas komputasi melayani
pemesanan penginapan. Bots mengubah pola percakapan langsung ke dalam aplikasi.
Ketika seseorang memesan kamar hotel melalui sambungan telepon, maka pihak customer service
yang akan melakukan perintah pada perangkat. Dengan menggunakan bots, aktivitas
tersebut bisa dilakukan melalui percakapan teks melalui asisten robot.
Bots
atau chatbots tengah berkembang di Indonesia, salah satunya dalam meningkatkan
layanan finansial. Perangkat lunak yang mewakili aktivitas obrolan berteknologi
robot tersebut bisa ditemukan dalam aplikasi Delimabot besutan PT Finnet
Indonesia. Untuk menggunakan Delimabot, pengguna harus memiliki akun Telegram
terlebih dahulu. Sebab, Delimabot merupakan aplikasi mini yang terdapat di
dalam Telegram. Keduanya merupakan aplikasi ponsel pintar yang bisa diunduh
melalui perangkat Android atau iOS. Hanya saja Delimabot berbasis teknologi
robot sementara Delima Point tidak. Untuk mengaktifkan Delimabot, pengguna bisa
mencari kata kunci @delimabot di dalam aplikasi Telegram. Kemudian akan muncul tombol
'start' untuk memulai registrasi. Pengguna cukup mengikuti instruksi dengan
memasukkan Nama dan Nomor Ponsel. Kemudian sebuah notifikasi berbentuk nomor
kode akan dikirimkan via pesan teks untuk proses registrasi. Setelah berhasil,
pengguna akan mendapatkan ID Pass agar bisa masuk ke dalam platform Delimabot.
Apabila ingin masuk Delimabot, pengguna cukup mengetik 'login' dan ketik ID
Pass. Delimabot bisa digunakan dengan memasukkan perintah 'menu' pada layar
ketik. Penggunaan Delimabot benar-benar berbeda dengan aplikasi mobile pada
umumnya. Biasanya di dalam aplikasi pengguna bisa memilih menu dengan menekan
fitur yang tersedia. Namun di dalam Delimabot, perintah diberikan dalam bentuk
chatting.
Di
dalam aplikasi, pengguna bisa melakukan berbagai macam transaksi. Beberapa di
antaranya, membeli pulsa dan token PLN. Sementara hanya dua layanan tersebut
yang diberikan karena Finnet menyasar pengguna dari kalangan agen pembayaran
keliling, transaksi di warung atau UKM, hingga bisnis komunitas. Namun ke
depannya beberapa layanan juga akan ditambah, seperti membayar parkir.
Prediksi AI 2017
Massachusetts Institute of
Technology (MIT) melakukan prediksi terhadap perkembangan AI di 2017 dan
beberapa tahun ke depan.
- AI sebagai Kekuatan Positif. Tahun ini AI akan banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan robot dan mobil otomatis.
- AI untuk Dueling Neural Networks. Dalam konferensi The Neural Information Processing Systems di Barcelona, Spanyol, beberapa waktu lalu memperlihatkan machine learning terbaru bernama Generative Adversarial Networks. Mesin tersebut ditemukan oleh Ian Goodfellow yang merupakan seorang peneliti dari OpenAI. Mesin tersebut mampu memisahkan antara data asli dan palsu sehingga tidak bercampur aduk.
- AI 'Boom' Milik Cina. Beberapa hal yang dikembangkan, seperti pengenalan wajah dan deteksi bahasa. Kemudian Tencent mengembangkan aplikasi WeChat dengan teknologi AI.
- Deteksi Bahasa. Salah satu target terbesar para peneliti terhadap AI, yakni bisa mengembangkan deteksi bahasa dengan lebih besar. Kemudian mesin juga mampu mendeteksi wajah. Bayangkan saja bila komputer memiliki mesin yang mampu berbicara seluruh bahasa manusia di bumi. Kemudian komputer mampu mengenal seluruh wajah manusia sehingga bisa saling 'kenal' seperti makhluk hidup.
AI DALAM BIDANG
PENDIDIKAN
Kecerdasan buatan (AI) akan masuki
industri pendidikan untuk membantu pembelajaran penggunanya. Quipper tengah
menguji kecerdasan buatan ini untuk digunakan di aplikasi belajar online. Saat ini, Quipper bekerja sama dengan Departemen
Kecerdasan Buatan dari Tokyo University dalam pengembangan sistem ini.Sistem AI yang mereka gunakan akan membaca sejauh mana pengguna memahami materi
dari soal yang berhasil mereka jawab. Setelahnya, mengarahkan pengguna untuk
melanjutkan pembelajaran ke materi-materi yang belum dipahami.
Teknologi
AI digunakan untuk mengumpulkan data dari para pengguna Quipper, yakni data
berupa soal-soal apa yang dijawab benar dan dijawab salah oleh seorang
pengguna. Selain mengarahkan pengguna ke soal yang belum dipahami, kecerdasan
buatan juga akan mengarahkan pengguna ke materi-materi lanjutan dari soal yang
sudah mampu dijawab dengan benar oleh pengguna. AI berfungsi menjadikan proses
pembelajaran di Quipper lebih personalized, sesuai dengan kebutuhan, karena
setiap anak, setiap pengguna memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Saat ini,
teknologi kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran di platform Quipper
sedang dalam tahap uji coba di Jepang, dan masi berada dalam tahap pengembangan
di Indonesia.
AI memiliki
potensi ancaman menggeser bahkan menghilangkan peran manusia dalam beberapa
lapangan pekerjaan. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa 47 persen
lapangan pekerjaan akan hilang dalam 25 tahun ke depan. Bahkan angka tersebut
dapat lebih besar dan waktu kedatangannya lebih dini. AI akan lebih baik
daripada manusia dalam menerjemahkan bahasa (tahun 2024), menulis esai tingkat
SMA (tahun 2026), menulis 40 lagu terbaik (tahun 2028), dan mengendarai truk.
Jika menilik ke tugas rutin, ke depannya AI kemungkinan dapat melakukan tugas
melipat cucian pada tahun 2022. Pada tahun 2031 mungkin kita sudah bisa
berinteraksi dengan mesin berbasis AI dalam transaksi ritel. Pada tahun 2049,
AI diyakini sudah dapat menulis buku terlaris New York Times, dan melakukan
operasi medis pada tahun 2053.
Daftar Referensi
Rohman,
F.F., dan Fauzijah, A. 2008. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar untuk Menentukan Jenis Gangguan Perkembangan pada Anak. Media Informatika. (6) 1 : 1-23.
Berdasarkan artikel diatas saya ingin berdiskusi
bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
- Apa keuntungan dan kerugian penggunaan AI dalam dunia pendidikan?
- Sebagai seorang guru apakah anda termasuk yang mendukung pengembangan dan penggunaan AI dalam dunia pendidikan?