Model
pembelajaran merupakan kerangka
konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam
mengorganisasikan pengamalan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi,
model pembelajaran adalah pembungkus proses pembelajaran yang di dalamnya
terdapat pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Model
pembelajaran dalam menyampaikan materi IPA akan berbeda dengan materi IPS dan
materi pelajaran lainnya. Hal ini berarti tidak semua model sesuai untuk semua
materi pelajaran. Materi IPA pun mempunyai karakteristik tersendiri sehingga
tidak dapat menggunakan semua model pembelajaran. Berikut ini merupakan model pembelajaran yang
dapat digunakan dalam menyamaikan materi IPA.
1. MODEL
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (Contextual
Teaching Learning)
Ciri
kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual yang tercakup dalam model pembelajaran
kontekstual adalah sebagai berikut :
-
Pengalaman nyata
-
Kerjasama,
saling menunjang
-
Gembira,
belajar dengan bergairah
-
Pembelajaran terintegrasi
-
Menggunakan berbagai
sumber
-
Peserta didik
aktif dan kritis
-
Menyenagkan,tidak
membosankan
-
Sharing
dengan teman
-
Guru kreatif
RPP yang dirancang harus memenuhi hakikat CTL
antara lain: Konstruktivisme, Tanya jawab, inkuiri, komunitas belajar,
pemodelan, refleksi, penilaian autentik.
2. MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF
Model
pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan suatu model
pembelajaran yang dapat meningkatkan pencapaian akademik dan sikap social peserta
didik melalui kerja sama di antar mereka. Model pembelajaran kooperatif bertujuan
dalam peningkatan pencapaian akademik, peningkatan rasa toleransi dan
menghargai perbedaan, serta membangun keterampilan social peserta didik.Karakteristik
pembelajaran kooperatif adalah :
-
Peserta didik
bekerja dalam kelompok untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan
-
Tim yang
dibentuk dari peserta didik dengan kemampuan tinggi sedang dan rendah
-
Tim yang
dibentuk heterogen (ras, budaya,gender)
-
System penghargaan
diorientasikan pada kelompok dan individu.
Beberapa tipe pembelajaran kooperatif adalah :
STAD (Student Team Achievment Division),
TGT (Team Game Tournament), Jigsaw
II, Group Investigation (GI), Team Assisted Individualization (TAI).
3. MODEL
PEMBELAJARAN SCIENCE, ENVIRONMENT,
TECHNOLOGY, SOCIETY (SETS)
Model
Pembelajaran SETS merupakan suatu model pembelajaran yang menghubungkan sains
dengan unsur lain, yaitu teknologi, lingkungan, maupun masyarakat. Sistem social
yang akan ditingkatkan dalam pelaksanaan model pembelajaran SETS adalah sifat
peduli lingkungan, kerjasama, dan toleransi dalam hidup bermasyarakat.
4. MODEL
PEMBELAJARAN IQRA
Model
pembelajaran iqra adalah suatu model pembelajaran yang mengajak peserta didik
untuk aktif mengekploitasi lingkungan yang ada disekitarnya. Pada model
pembelajaran Iqra, sebelum memulai pembelajaran, peserta didik diajak untuk
mengenal sifat-sifat ketuhanan. Melalui
pembelajaran Iqra Peserta didik dituntun untuk dapat melihat atau membaca
segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah SWT berupa alam semesta dan
kekayaannya. Dengan pembelajaran Iqra, diharapkan peserta didik akan dapat
memahami atau bahkan menemukan konsep-konsep IPA tanpa meninggalkan atau
mengabaikan konsep-konsep ketuhanan. Sintagmatis dari model pembelajaran Iqra yaitu
eksplorasi, konseptualisasi, komunikasi.
5. MODEL
PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY
Arti
Kata “discovery” adalah penemuan,
sedangkan “Inquiry” adalah mengadakan
penyelidikan. Model pembelajaran discovery-inquiry
merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Pembelajaran discovery merupakan pembelajaran yang
selalu melibatkan peserta didik dalam pembangunan konsep IPA yang melibatkan
proses mental yang terjadi di dalam diri peserta didik. Proses mental yang
terjadi ketika menggunakan model discovery
adalah observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferi.
6. MODEL
PEMBELAJARAN PBM (PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)
Model
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), dapat diartikan sebagai rangkaian
aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang
dihadapi secara ilmiah. PBM bertujuan untuk membantu peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan berpikir, menyelesaikan masalah, dan keahlian
intelektual.
Terdapat
tiga ciri utama Model Pembelajaran Berbasis Masalah, yaitu:
1. Tidak mengharapkan siswa hanya sekedar
mendengarkan, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran, tetapi melalui PBM
siswa aktif berpikir, berkomunikasi,mencari dan mengolah data, dan akhirnya
menyimpulkan.
2.
Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk
menyelesaikan masalah.
3. Pemecahan masalah dilakukan dengan
menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir dedukif dan induktif.
Bentuk
utama dari PBM adalah mengajukan pertanyaan/masalah yang dapat dikaji dalam berbagai disiplin
ilmu, penyelidikan hal-hal nyata, kolaborasi dan menghasilkan sesuatu yang
dapat dipublikasikan. John Dewey, seorang ahli pendidikan, berkebangsaan
Amerika menjelaskan 6 langkah PBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan
masalah (problem bases learning) sebagai berikut :
1.
Merumuskan masalah
2.
Menganalisis masalah
3.
Merumuskan hipotesis
4.
Mengumpulkan data
5.
Menguji hipotesis
6.
Merumuskan rekomendasi pemecahan
masalah
Model
pembelajaran Berbasis Masalah ini tidak dirancang untuk membantu guru
memberikan informasi banyak kepada siswa. Model ini dikembangkan untuk membantu
siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, keterampilan
intelektual, belajar berperan sebagai dewasa melalui pelibatan siswa dalam
pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi Self-regulated
learner.
7. MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Pada perkembangannya pembelajaran pada abad 21 ini lebih menitik beratkan
pada penyampaian materi yang dilakukan secara terintegrasi, menyeluruh dan
bermanfaat. Suatu materi dapat dikaji dari dua sisi, yaitu dalam suatu bidang
ilmu (interdisiplin) maupun dari bidang ilmu yang berbeda (antardisiplin ilmu) dimana
diasumsikan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan
berbagai ilmu yang diterimanya. Karena pada dasarnya tak satupun permasalahan
(konsep) yang dapat ditinjau hanya dari satu sisi saja, inilah yang menjadi
prinsip utama dalam pembelajaran terpadu.
Berdasarkan pola pengintegrasian, Fogarty
mengemukankan bahwa terdapat sepuluh model pembelajaran terpadu, yaitu: fragmented model, connected model, the
nested model, the sequenced model, the shared model, the weebed model, the
threaded model, the integrated model, the immersed model,the networked model.
8. MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (DI)
Dalam
DI guru biasanya menghabiskan beberapa jam pembelajaran, kemudian memandu
peserta didik melalui masalah yang kompleks yang dipecahkan menjadi langkah-langkah
sederhana untuk melakukan sendiri, dan pada akhirnya mereka diberikan masalah
yang banyak untuk diselesaikan sendiri.
Daftar
Referensi
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran . Jakarta: Bumi Aksara
Trianto. 2015. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara
Wisudawati, A.W, dan Sulistyowati,
E.2017. Metodologi pembelajaran IPA. Jakarta
: Bumi Aksara
Berdasarkan artikel diatas penulis
ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1. Apa saja hal-hal
yang harus kita perhatikan dalam memilih model pembelajaran yang akan kita
gunakan?
2. Selain 8 model
pembelajaran yang sudah di jelaskan diatas, apa model pembelajaran lainnya yang
bisa kita gunakan untuk sains?
3. Materi apa
yang sangat cocok untuk model pembelajaran DI ?
Ulasan yang menarik untuk dibahas..
BalasHapusSaya akan menjawab permasalahan nomor 1.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih model pembelajaran menurut saya adalah sebagai berikut :
1. Materi yang sedang dibahas
2. Kondisi siswa
3. Fasilitas pendukung
Terimakasih
Sependapat dengan saudari santi. Kesesuaian materi pelajaran. Fasilitas yang ada dan keadaan siswa adalah point penting yang harus diperhatikan guru sebelum memilah model pembelajaran. Terima kasih
Hapusterima kasih sdri rohana dan sdri susanti. dalam hal kondisi siswa, aspek apa saja yang harus kita perhatikan?
HapusSy akan mencoba menjawab pertanyaan no 2.
BalasHapusNaa adapun model yang dapat digunakan untuk pembelajaran sains:
Diantaranyaa fragmanted,connected,celluler,dsb. Terimakasih.
saya setuju dengan pendapat saudari wilda , model IPA terpadu dapat digunakan seperti beberapa model yang telah disebutkan hanya saja belum semua guru mengimplementasikan karena kurangnya pemahaman guru tentang model tersebut.
Hapusterima kasih sdri desi dan sdri wilda. dari sekian banyak model pembelajaran model manakah yang paling banayk/ sering digunakan guru ?
HapusSaya akan mencoba menjawab pertnyaan no 1
BalasHapusYg dimana pertanyaannya apa saja yg harus di perhatikan dalam model pembelajaran? ,
Pertama kita harus melihat materi apa yg kita ajarkan saat itu baru kita cocokkan kemodel yg pas untun di gunakan, yg kdua adalah kesiapan guru dalam model guru harus paham betul terhadap model yg akan di gunakan sehingga, saat proses pembelajaran tidak adanya kerancuan dalam pembelajaran, yg ketiga kesiapan dari siswa untuk model tersebut sebelum pembelajaran kita harus melihat kesiapan siswa apakah siswa dpat mengikuti model pembelajaran yg akan kita gunakan atau tidak, di karenakan ada beberapa model yg dimana membutuhkan pemahan siswa yg lebih lgi dan yg ke empat adalah sarana dan prasarana yg mendukung sehingga memungkinkan model tersebut di gunakan dalam pembelajaran.
Terimakasih
terima kasih sdri fitri
HapusSaya akan menanggapi pertanyaan no 2
BalasHapusSelain 8 model pembelajaran yang sudah di jelaskan diatas, apa model pembelajaran lainnya yang bisa kita gunakan untuk sains ?
Model lain yang bisa digunakan adalah model pembelajaran urutan dan rangkaian, model bagian , dan model keterhubungan.
terima kasih sdri zahara. menurut anda apa yang menyebabkan guru hanya mampu mengaplikasikan beberapa model saja. padhal yg seperti kita ketahui banyak sekali model pembelajaran yg ada.
HapusBaik saudari saya akan menanggapi persoalan yg no 3. Pada dasarnya semua materi bisa cocok dg model pembelajaran DI, pendapat saya yg lebih cocok lagi materi yg digunakan pada model ini yaitu pada materi sistem rangka pada manusia, pembelajaran biologi, dengan demikian siswa dapat menjelaskan bagian rangka yg ada pada dirinya sendiri atau pada rekan sekelompoknya dg secara langsung dan kegiatan tersebut akan sangat mudah utk rekan" lainya menerima secara langsung apa yg dijelaskan pd pembelajaran tersebut, namun pada akhirnya akan dijelaskan juga secara menyeluruh/mendetail oleh siguru yg mengajar
BalasHapusterima kasih sdr. roni menrut anda mana yang lebih efektif menggunkan model rangka atau tubuh manusia langsung. mengingat tulang tidak tampak langsung pada tubuh kita
HapusSya akan menjawab pertnyaan no 1 hal ap yg hrus diperhatikan dlm memilih model :
BalasHapus1. Menyesuaikan materi dengan model cocok atau tdk.
2. Melihat kondisi siswa dikls.
3. Fasilitas sekolah, jk skolah tdk memiliki fasilitas yg memadai sebaiknya guru hrus menyiapkan perngkat"ap sja yg dibutuhkan pda model trsbt dri rmh sehingga diskolah model trsbut bisa trlaksana.
Trmaksh.
terima kasih sdri putri, apa saja kondisi siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?
HapusSaya akan menanggapi pertanyaan nomor 1
BalasHapusApa saja yg harus diperhatikan sebelum memilih mmodel pemebelajaran adalah
1. Kenali karakteristik peserta didik
2. Perhatikan materi yg akan di ajarkan
3. Peerhatikan tujuan pembelajaran diharapkan agar dapat dipenuhi oleh PD.
Sebagai contoh, kalau materi pembelajaran menuntut PD untuk menyelesaikan masalh, tentu pilih lah model pembelajaran berbasis masalah 🙂🙏
terima kasih sdr wendra, apa saja karakteristik peserta didik yang harus diperhatikan dalam memilih model?
HapusSyaa akan menanggapi no.2 model pembelajaran Project Based Learning, inquiry, mind map, kolaboratif dapat digunakan sbg model pembelajaran khusus sains
BalasHapusterima kasih sdri desi, mhon dijelaskan secra umum karakteristik model mind map dan kolaboratif.
HapusMenjawab soal nomor 2 selain 8 model do atas ada jg model lain yang bisa di gunakan model keterkaitan Dan rankaian dan model hubungan contohnya
BalasHapusterima kasih sdri. laila. sebagai seorang guru model apa yang sering anda gunakan dikelas?
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang hal-hal yang harus kita perhatikan dalam memilih model pembelajaran yang akan kita gunakan yaitu guru harus menyesuaikan dengan materi sebelum memilih model yang akan digunakan dan jenjang pendidikan yang akan kita terapkan.
BalasHapussaya sangat setuju dengan pendapat Rahayu Seay, sedikit menambahkan selain materi ada hal lain yang perlu diperhatikan saat kita memilih model pembelajaran diantaranya karakteristiik siswa dan sarana prasarana yang tersedia.
Hapusterima kasih sdri rahayu dan sdri novrina, apa saja karakteristik siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?
HapusUntuk pertanyaan nomor 1
BalasHapusHal yang harus diperhatikan dalam memilih model pembelajaran yaitu guru harus mampu mencocokkan atau menyesuaikan materi pelajaran dengan model pembelajaran yang akan digunakan.
Selain itu karakteristik siswa dan sarana prasarana juga harus disesuaikan dengan model yang akan digunakan.
terima kasih sdri fella apa saja karakteristik siswa yang harus diperhatikan dalam memilih model?
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1.
BalasHapuspersiapan yang masak menjamin akan diberikannya pengalaman belajar yang efektif bagi siswa. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan saat merencanakan model pembelajaran terpadu terkait bahan ajar yang akan digunakan, yaitu:
Pemilihan tema atau materi
Menentukan hasil pembelajaran
Membuat hubungan-hubungan antara tema atau materi pada mata pelajaran IPA dengan mata pelajaran lain
Menentukan dan mengembangkan kegiatan belajar
Mengembangkan rancangan penilaian
terima kasih sdri. reni
HapusTerimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya.
BalasHapus