
Guru
memiliki peran sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator,
pembimbing, dan evaluator. Sebagai motivator
guru harus mampu membangkitkan
motivasi siswa agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan
siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berfikir
kritis dan dapat memecahkan permasalahan
dalam kehidupan sehari-hari.
Model
pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah suatu model
pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek
yang dikerjakan oleh peserta didik dapat berupa proyek perseorangan atau
kelompok dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaboratif,
menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan.
PBL merupakan model pembelajaran yang inovatif yang menekankan belajar
kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pelaksanaan pembelajaran
berbasis proyek memberi kesempatan peserta didik berpikir kritis dan mampu mengembangkan
kreativitasnya melalui pengembangan inisiatif untuk menghasilkan produk nyata
berupa barang atau jasa.
1.
Sentralistik
2.
Pertanyaan
pendorong/penuntun
3.
Investigasi
konstruktif
4.
Otonomi
5.
Realisasi
Prinsip yang mendasari pembelajaran berbasis
proyek adalah :
1. Pembelajaran
berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata
untuk memperkaya pembelajaran.
2. Tugas proyek
menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang
telah ditentukan dalam pembelajaran.
3. Penyelidikan
atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun dalam bentuk
produk (laporan atau hasil karya).
4.
Kurikulum
5.
Responsibility
6.
Realisme
7.
Active-learning
8.
Umpan balik
9.
Keterampilan
umum
10.
Driving questions
11.
Constructive Investigation
12.
Autonomy
Manfaat PBL diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh
keterampilan dan pengetahuan baru dalam pembelajaran
2. Meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah
3. Membuat
peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil
produk nyata berupa barang atau jasa
4. Mengembangkan
dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/ bahan/alat
untuk menyelesaikan tugas
5. Meningkatkan
kolaborasi peserta didik khususnya pada PBL yang bersifat kelompok
6. Peserta didik
membuat keputusan dan membuat kerangka kerja
7. Terdapat
masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya
8. Peserta didik
merancang proses untuk mencapai hasil
9. Peserta didik
bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan.
10.
Peserta didik
melakukan evaluasi secara kontinu
11.
Peserta didik
secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan
12.
Hasil akhir
berupa produk dan dievaluasi kualitasnya
13.
Kelas memiliki
atmosfir yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan
Daftar
Referensi
Fathurrohman, M. 2015. Paradigma Pembelajaran Kurikulum 2013 Strategi alternatif pembelajaran
di Era Global. Yogyakarta : KALIMEDIA.
Yamin, M. 2007. Kiat
Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press dan Center for Learning
Innovation (CLI).
Berdasarkan artikel diatas penulis
ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1. Jenis penilaian apa yang cocok
digunakan dalam model PBL?
2. Dalam PBL berkelompok seringkali
ditemukan anggota kelompok yang tidak kompak. Bagaimana strategi guru agar
kerjasama tim dapat terbangun?
3. Apa yang harus guru perhatikan dalam memilih
jenis proyek yang sesuai dengan tingkat
perkembangan anak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar