Selasa, 23 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK


Guru memiliki peran sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, dan evaluator. Sebagai motivator  guru  harus  mampu  membangkitkan motivasi siswa agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan  mengembangkan bakat yang dimilikinya, berfikir kritis dan dapat memecahkan  permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.           
Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh peserta didik dapat berupa proyek perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara kolaboratif, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. PBL merupakan model pembelajaran yang inovatif yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek memberi kesempatan peserta didik berpikir kritis dan mampu mengembangkan kreativitasnya melalui pengembangan inisiatif untuk menghasilkan produk nyata berupa barang atau jasa.                                                                                   

Menurut Thomas PBL mempunyai beberapa prinsip yaitu :
  1. Sentralistik
  2. Pertanyaan pendorong/penuntun 
  3. Investigasi konstruktif
  4.  Otonomi
  5. Realisasi 
 Prinsip yang mendasari pembelajaran berbasis proyek adalah :
  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata untuk memperkaya pembelajaran. 
  2. Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah ditentukan dalam pembelajaran
  3.  Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun dalam bentuk produk (laporan atau hasil karya) 
  4. Kurikulum 
  5. Responsibility 
  6. Realisme 
  7.  Active-learning
  8. Umpan balik 
  9.  Keterampilan umum
  10. Driving questions 
  11. Constructive Investigation 
  12. Autonomy 
Manfaat PBL diantaranya adalah sebagai berikut :
  1.  Memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru dalam pembelajaran   
  2. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah 
  3.  Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa
  4. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/ bahan/alat untuk menyelesaikan tugas 
  5.  Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PBL yang bersifat kelompok
  6. Peserta didik membuat keputusan dan membuat kerangka kerja 
  7. Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya
  8. Peserta didik merancang proses untuk mencapai hasil
  9. Peserta didik bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan.
  10. Peserta didik melakukan evaluasi secara kontinu 
  11.   Peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan 
  12. Hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya 
  13.  Kelas memiliki atmosfir yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan 
Secara umum langkah-langkah PBL dapat dijelaskan sebagai berikut :






Daftar Referensi
Fathurrohman, M. 2015. Paradigma Pembelajaran Kurikulum 2013 Strategi alternatif pembelajaran di Era Global. Yogyakarta : KALIMEDIA.
Yamin, M. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press dan Center for Learning Innovation (CLI).

Berdasarkan artikel diatas penulis ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :

  1.  Jenis penilaian apa yang cocok digunakan dalam model PBL? 
  2. Dalam PBL berkelompok seringkali ditemukan anggota kelompok yang tidak kompak. Bagaimana strategi guru agar kerjasama tim dapat terbangun? 
  3. Apa yang harus guru perhatikan dalam memilih jenis proyek yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak?

4 komentar:

  1. saya akan menjawab no 2 yang dimana strategi guru adalah membagi kerja dari setiap anggota sehingga setiap anggota bekerja dan saling membutuhkan tap yang menentukan tugas ke masing-masing siswa tetap ketua kelompok bukan guru guru hanya menjelasakn tugas yang dilaksanakan. dan berikan motivasi seperti kelompok yang paling bagusa hasilnya mendapatkan nilai tambahan ini akan mendorong sisw dalam berpartisipasi

    BalasHapus
  2. Saya menanggapi no.3 .. yg harus di perhatikan itu pertama kali adalah materi yg akan dipelajari. Kaitkan materi ke dalam bentuk nyata. Krn ini berbasis proyek berarti siswa di tuntut utk kreatif.. jadi sebagai contoh ny pada materi struktur sel tumbuhan dan hewan .. proyek yg d kerjakan siswa adalah membuat model dari struktur hewan dan tumbuhan tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri desi menurut anda apa saja yang termasuk dalam indikator kreatif?

      Hapus

KECERDASAN BUATAN ATAU ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semak...