Tokoh utama dibalik pembelajaran kuantum adalah
Bobbi De Porter. Pada tahap awal perkembangannya, pemebelajaran kuantum
dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karie para
remaja dirumah. Bukan sebagai metode dan strategi pembelajaran disekolah.Lambat
laun, banyak orang tua yang meminta De Porter untuk mengadakan dan
mengembangkan lebih jauh metode tersebut.
Karakteristik Umum Pemebelajaran Kuantum
- Lebih bersifat humanistis, bukan posivitis-empiris, “hewan-istis” atau nativisti
- Berpangkal pada psikologi kognitif
- Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna
- Lebih bersifat konstruktivis (tis)m bukan positivism empiris, behavioristis
- Sangat menekankan pada percepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi
- Sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat
- Memiliki model yang memadukan konteks dari isi pembelajaran
- Menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian pentig proses pembelajaran
- Memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan hidup dan prestasi fisikal atau material
- Mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban
- Mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran
Prinsip utama yang membangun sosok pembelajaran
kuantum
- Bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam dunia kita (pengajar) dan antarkan dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka (pembelajar)
- Pembelajaran merupakan simfoni
- Pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan
TANDUR sebagai kerangka perencanaan pembelajaran
model kuantum. TANDUR yang merupakan akronim dari : Tumbuhkan, Alami, Namai,
Demonstrasikan, dan Rayakan. Kerangka perancangan pembelajaran kuantum TANDUR
adalah sbb:
1.
Tumbuhkan
: Sertakan diri mereka , pikat
mereka, puaskan pengetahuan
mereka. Buatlah mereka tertarik atau
penasaran tentang materi
yang akan kita ajarkan.
2.
Alami :
berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan “ kebutuhan
untuk
mengetahui”
3.
Namai : berikan “data” tepat saat
minat memuncak mengenalkan
konsep-konsep
pokok dari materi pelajaranan.
4.
Demonstrasikan : berikan kesempatan bagi mereka untuk
mengaitkan pengalaman
dengan
data baru sehingga mereka menghayati dan
membuatnya
sebagai pengalaman pribadi.
5.
Ulangi : rekatkan gamabaran
keseluruhan
6.
Rayakan : ingat, jika layak
dipelajari, layak pula dirayakan
Contoh teknik model pembelajaran kuantum
Peta konsep sebagai teknik belajar efektif
1.
Mulai dengan
topik ditengah halaman
2.
Buatlah
cabang-cabangnya
3.
Gunakan
kata-kata kunci
4.
Tambahkan
symbol-simbol dari ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih
baik
5.
Gunakan
huruf-huruf KAPITAL
6.
Tulislah gagasan-gagasan
penting dengan huruf-huruf yang lebih
besar
7.
Hidupkanlah
peta pikiran anda dengan hal-hal yang menarik bagi Anda
8.
Garis bawahi
kata-kata itu dan gunakan huruf tebal/miring
9.
Bersikap
kreatif dan berani
10.
Buatlah peta
konsep secara horizontal, agar memperbesar ruang bagi gagasan anda
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran . Jakarta: Bumi
Aksara
Iru, La dan La
Ode S.A.2012. Analisis Pendekatan,
Metode, Strategi, dan Model-Model Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo.
Berdasarkan artikel diatas saya
ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1. Ada tiga Prinsip
utama yang membangun sosok pembelajaran kuantum, yakni : Bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam
dunia kita (pengajar) dan antarkan dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka
(pembelajar), Pembelajaran merupakan simfoni, Pembelajaran harus berdampak bagi
terbentuknya keunggulan apa arti ketiga ungkapan tersebut?
2.
Apa saja
kelemahan model pembelajaran kuantum?
3.
Dapatkah kita
menerapkan model pembelajaran kuantum pada semua materi pelajaran?
saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang kelemahan model pembelajaran kuantum yaitu
BalasHapusa. Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
b. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
c. Karena dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll. Maka dapat mengganggu kelas lain.
d. Banyak memakan waktu dalam hal persiapan.
e. Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif.
f. Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.
terima kasih sdri. rahayu untuk poin e ketarampilan khusus apa yang diperlukan oleh guru?
BalasHapus