Minggu, 14 Oktober 2018

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

Penilaian adalah upaya sistematik dan sistemik yang dilakukan melalui pengumpulan data atau informasi yang sahih (valid) dan reliabel, dan selanjutnya data atau informasi tersebut diolah sebagai upaya melakukan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan suatu program pendidikan. Penilaian dapat dilakukan guru dengan menerapkan metode dan teknik yang bervariasi dalam melakukan penilaian dengan mengumpulkan catatan pertemuan, observasi, portofolio, catatan harian, produk, ujian, data hasil interview, survey dan sebagainya. Guru yang profesional memanfaatkan penilaian proses dan hasil belajar untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Salah satu bentuk penilaian dalam proses pembelajaran sains adalah penilaian autentik. 

Definisi Penilaian Autentik Menurut Beberapa Sumber
Sumber
Definisi penilaian Autentik
Jonathan Mueller (2008)
Suatu bentuk penilaian dengan meminta peserta didik untuk menunjukkan tugas “dunia nyata” yang mendemonstrasikan aplikasi yang bermakna dari pengetahuan dan keterampilan penting.
Grant Wiggins (1993)
Bentuk penilaian yang melibatakna peseta didik dalam persoalan yang berguna atau pertanyaan penting sehingga peserta didik harus menggunakan pengetahuan untuk menunjukkan kinerja secara efektif dan kreatif,. Tugas yang diberikan dapat berupa replica atau analogi dari permasalahan yang dihadapi oleh orang dewasa dan konsumen, atau profesional dalam bidangnya.
Richard J Stiggins (1987)
Penilaian kinerja dengan meminta peerta didik atau peserta ujian untuk mendemonstrasikan keterampilan dan kompetensi khusu, yakni dengan mengaplikasikan keterampilan dan kompetensi yang telah dikuasai.

Perbedaan antara penilaian tradisional dan penilaian autentik dideskripsikan sebagai berikut.

Perbedaan Penilaian tradisional dan Penilaian Autentik
Penilaian Tradisional
Penilaian Autentik
Memilih respon
Menunjukkan tugas/kinerja
Pengetahuan Akademik
Tugas dunia nyata
Mengingat/memahami
Konstruksi/aplikasi
Strukturisasi oleh guru
Strukturisasi oleh peserta didik
Bukti tidak langsung
Bukti nyata secra langsung
Mengukur pengetahuan tentang “APA”
Mengukur pengetahuan tentang “BAGAIMANA”
Mendukung cara berpikir konvergen untuk mengemukakan satu jawaban yang tepat
Mendukung cara berpikir divergen untuk mengemukakan beberapa pilihan jawaban


Seorang peserta didik dikatakan kompeten jika menunjukkan kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya pada sebuah situasi atau permasalahan. Jadi, penilaian tentang ingatan atau pemahaman saja tidak cukup untuk mengetahui kompetensi seorang peserta didik. Kategori tingkat kognitif untuk penilaian autentik  adalah : aplikasi (C3), analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pada umumnya penilaian tradisional menggunakan tes pilihan berganda tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam berpikir kreatif.



Tingkat kognitif pada Penilaian Autentik dan Penilaian Tradisional

 Beberapa karakteristik penilaian autentik adalah sebagai berikut :
1.       Berpusat pada peserta didik
2.       Merupakan bagian terintegrasi dari proses belajar mengajar
3.       Bersifat kontekstual dan bergantung pada konten pembelajaran
4.       Merefleksikan kompleksitas belajar
5.       Menggunakan mode/prosedur yang bervariasi
6.       Menginformasikan cara pembelajaran atau program pengembangan yang seharusnya dilakukan,
7.       Bersifat kualitatif

Penerapan penilaian autentik merupakan salah satu langkah tepat yang diamanahkan oleh pemerintah kepada guru- guru di sekolah karena penilaian autentik ini memiliki berbagai macam tujuan. Tujuan mengenai penilaian autentik diantaranya :
a.       Melacak kemajuan siswa.
Guru dapat melacak kemajuan belajar siswa dengan melakukan penilaian. Perkembangan hasil belajar siswa dapat diidentifikasi, yakni meningkat atau menurun. Guru juga dapat menyusun profil kemajuan siswa yang berisi pencapaian hasil belajar secara periodik.
b.       Mengecek ketercapaian kompetensi siswa.
Guru dapat mengetahui apakah siswa telah menguasai kompetensi yang diharapkan atau belum dengan melakukan penilaian. Setelah itu, guru dapat mencari tindakan tertentu bagi siswa yang sudah atau belum menguasai kompetensi tertentu.
c.       Mendeteksi kompetensi yang belum dikuasai oleh siswa.
Guru dapat mendeteksi kompetensi-kompetensi apa saja yang belum dikuasai siswa sehingga nantinya guru dapat mengambil tindakan tertentu agar kompetensi dapat dikuasai siswa, misalnya dengan memperbaiki teknik dan strategi pembelajaran.
d.       Menjadi umpan balik untuk perbaikan bagi siswa.
Hasil penilaian dapat digunakan sebagai dasar bagi guru dalam memberikan umpan balik kepada siswa untuk perbaikan siswa yaitu sebagai bahan acuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang masih rendah.

Wiggins (1998) menyarankan pada guru untuk menggunakan metode atau prosedur yang bervariasi dalam melakukan penilaian autentik. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda dalam belajar dan menunjukkan kemahirannya. Seorang peserta didik dapat dinilai menggunakan beberapa cara yang berbeda, misalnya diminta mendemonstrasikan keahliannya dan diikuti dengan wawancara. Berikut ini di deskripsikan beberapa cara penilaian autentik untuk pelajaran sains.
1.       Penilaian dengan meminta pada peserta didik untuk mengerjakan instruksi atau prosedur sains.
2.       Penilaian yang memeriksa praktik.
3.       Penilaian yang mengukur pemahaman peserta didik dalam berpikir secara mendalam.
4.       Penilaian dengan melibatkan peserta didik dalam melakukan presentasi atau penulisan laporan eksplorasi.
5.       Penilaian yang meminta peserta didik untuk merancang eksperimen.

Pada beberapa kasus, penilaian autentik dapat dilakukan dengan menggunakan soal esai (constructed response), misalnya : Penyelesaian soal yang terkait dengan aplikasi matematika dalam dunia nyata. Format yang diterapkan dalam penilaian dapat bervariasi, misalnya: menulis laporan telaah buku secara kritis (critical book report), melakukan riset sosial, melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat, melakukan survey kepuasan masyarakat tentang sebuah kebijakan atau layanan public, dan sebagainya. Berikut ini dideskripsikan beberapa tugas autentik untuk keterampilan tertentu.

Contoh Tugas Autentik
Keterampilan/Pengetahuan
Tugas Autentik
Pengetahuan prosedural
Menggunakan computer
Mengendarai mobil
Menerapkan prosedur keselamatan
Melakukan ekperimen
Menunjukkan cara menyelesaikan soal matematika
Kemampuan menyelesaikan masalah
Menguji hipotesis
Menulis laporan penelitian
Menyelesaikan soal cerita dalam matematika
Mengidentifikasi variable dengan menggunakan peta konsep
Bekerjasama
Mendengarkan
Kerja kelompok
Menghasilkan produk secara berkelompok



Pelaksanaan penilaian mencakup beberapa tahapan yang perlu dilakukan selama rentang waktu tertentu. Beberapa tahapan utama yang perlu dilakukan adalah sebagai beikut :
1.      Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dimiliki atau dinilai.
2.    Mengembangkan berbagai cara untuk mengukur penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang telah  diidentifikasi.
3.       Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dengan menggunakan instrument yang dikembangkan.
4.       Menginterpretasikan atau menganalisis informasi yang diperoleh untuk mengetahui hasil belajar.
5.       Menggunakan informasi yang diperoleh untuk memperbaiki proses pembelajaran.
       Ada beberapa karakteristik yang perlu dimilki oleh penilaian autentik :
1.       Fokus pada kompetensi penting atau kecakapan khusus
2.       Dilakukan secara mendalam untuk mengetahui kompetensi peserta didik,
3.       Berdampak pada penguatan proses dan hasil belajar
4.       Memiliki kriteria penilaian yang telah diketahui oleh peserta didik, dan
5.      Memberi kesempatan pada peserta didik untuk mendemonstrasikan kemampuannya dengan berbagai cara.

Jika disusun secara prosedural, tahapan pengembangan instrument penilaian autentik pada umumny adalah sebagai berikut :

Tahapan Utama Pengembangan Unstrumen Penilaian Autentik
Tahapan
Pertanyaan
Jawaban
Identifikasi standar
Apa yang harus diketahui dan dapat dilakukan oleh peserta didik?
Guru mrngidentifikasi standar yang harus dipenuhi oleh peserta didik, terutama dengan mengacu pada kurikulum yang digunakan.
Pengembangan tugas autentik
Tugas apa yang perlu dilakukan agar peserta didik dapat menunjukkan kompetensinya?
Guru menegmbangkan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik dalam upaya mengetahui capaian peserta didik atas standar yang telah ditetapkan.
Tahapan kriteria
Bagaimana kriteria atau ciri-ciri yang menunjukkan bahwa tugas dilaksanakan dengan baik?
Guru mengidentifikasi karakteristik unjuk kerja (kriteria) yang menunjukkan pemenuhan tugas secara baik. Indicator dikembangkan berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
Pengembangan rubrik
Bagaimana membedakan peserta didik yang terampil dan tidak terampil?
Guru mengembangkan beberapa kategori atau tingkatan pemenuhan kriteria atau indicator pencapaian kompetensi, dan dijadikan pedoman penskoran atau “rubrik” untuk penilaian pemenuhan kompetensi.

Tahapan selanjutnya adalah menetapkan skor acuan atau patokan, serta menyeuaikan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai standar yang telah ditetapkan. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah sebagai berikut.

Tahapan Penetapan Skor Acuan atau Patokan
Penetapan skor patokan atau benchmark
Apa yang diharapkan dari unjuk kerja siswa?
Penyesuaian pembelajaran
Apa yang harus dilakukan oleh siswa untuk meningkatkan kompetensinya?

Daftar Referensi
Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurukulum 2013). Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada
Sani, R.A. 2016. Penilaian Autentik. Jakarta : Bumi Aksara.

Berdasarkan artikel diatas saya ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1.       Apa saja kendala yang mungkin dihadapi oleh guru dalam melakukan penilaian autentik?
2.       Bagaimana guru mengatasi kendala dalam penilaian autentik?
3.      Jika anda seorang guru, apakah anda sudah menggunakan cara penilaian autentik secara maksimal dalam  berbagai aspek?

10 komentar:

  1. Pertanyaan no 2..guru harus mempersiapkan rubrik diawal semester sehingga dlm pelaksanaan pembelajaran guru bisa fokus ke materi dan penilaian

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warohmatullah wabarokatu
    Artikel yang maenarik
    Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1
    Salah satu kendala penilaian otentik adalah keterbatasan guru dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa.
    Sehingga sangat besar kemungkinan adanya aktivitas siswa yang tidak terlihat oleh guru sehingga tidak masuk dalam penilaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas komentarnya sebagai seorang guru, apa yang anda lakukan agar penilaian autentik dapat mencakup penilaian seluruh siswa ?

      Hapus
  3. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara mengatasi kendala dalam penilaian autentik yaitu guru harus membuat alat untuk melakukan penilaian, tetapi adakalanya penilaian tidak bisa dipantau oleh guru contohnya dalam berkelompok

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri. rahayu bagaimana sebaiknya pemantauan yang harus dilakukan guru pada pembelajaran berkelompok?

      Hapus
  4. Baiklah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1....
    Dalam melakukan penilaian autentik yg menjadi kendala adalah keterbatasan guru dalam menilaian siswa/i secara keseluruhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri novia. apa yang harus dilakukan seorang guru dalam mengatasi masalah tsb?

      Hapus
  5. Sya sependapat dng novia kendala nya keterbatasan guru dlm menilai siswa secra keseluruhan dikarenakan jumlah siswa yg terllu bnyak dlm satu kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri putri. apa yang harus dilakukan seorang guru dalam mengatasi masalah tsb?

      Hapus

KECERDASAN BUATAN ATAU ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semak...