Penilaian
adalah upaya sistematik dan sistemik yang dilakukan melalui pengumpulan data
atau informasi yang sahih (valid) dan reliabel, dan selanjutnya data atau
informasi tersebut diolah sebagai upaya melakukan pertimbangan untuk
pengambilan kebijakan suatu program pendidikan. Penilaian dapat
dilakukan guru dengan menerapkan metode dan teknik yang bervariasi dalam
melakukan penilaian dengan mengumpulkan catatan pertemuan, observasi,
portofolio, catatan harian, produk, ujian, data hasil interview, survey dan
sebagainya. Guru yang profesional memanfaatkan penilaian proses dan hasil
belajar untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran.
Salah satu bentuk penilaian dalam proses pembelajaran sains adalah penilaian
autentik.
|
Sumber
|
Definisi penilaian Autentik
|
|
Jonathan Mueller (2008)
|
Suatu
bentuk penilaian dengan meminta peserta didik untuk menunjukkan tugas “dunia
nyata” yang mendemonstrasikan aplikasi yang bermakna dari pengetahuan dan
keterampilan penting.
|
|
Grant Wiggins (1993)
|
Bentuk
penilaian yang melibatakna peseta didik dalam persoalan yang berguna atau
pertanyaan penting sehingga peserta didik harus menggunakan pengetahuan untuk
menunjukkan kinerja secara efektif dan kreatif,. Tugas yang diberikan dapat
berupa replica atau analogi dari permasalahan yang dihadapi oleh orang dewasa
dan konsumen, atau profesional dalam bidangnya.
|
|
Richard J Stiggins (1987)
|
Penilaian
kinerja dengan meminta peerta didik atau peserta ujian untuk
mendemonstrasikan keterampilan dan kompetensi khusu, yakni dengan
mengaplikasikan keterampilan dan kompetensi yang telah dikuasai.
|
Perbedaan
antara penilaian tradisional dan penilaian autentik dideskripsikan sebagai
berikut.
Perbedaan Penilaian tradisional dan Penilaian Autentik
|
Penilaian Tradisional
|
Penilaian Autentik
|
|
Memilih
respon
|
Menunjukkan
tugas/kinerja
|
|
Pengetahuan
Akademik
|
Tugas
dunia nyata
|
|
Mengingat/memahami
|
Konstruksi/aplikasi
|
|
Strukturisasi
oleh guru
|
Strukturisasi
oleh peserta didik
|
|
Bukti
tidak langsung
|
Bukti
nyata secra langsung
|
|
Mengukur pengetahuan
tentang “APA”
|
Mengukur pengetahuan
tentang “BAGAIMANA”
|
|
Mendukung cara
berpikir konvergen untuk mengemukakan satu jawaban yang tepat
|
Mendukung cara
berpikir divergen untuk mengemukakan beberapa pilihan jawaban
|
Seorang
peserta didik dikatakan kompeten jika menunjukkan kemampuan menerapkan ilmu
pengetahuan yang diperolehnya pada sebuah situasi atau permasalahan. Jadi, penilaian
tentang ingatan atau pemahaman saja tidak cukup untuk mengetahui kompetensi
seorang peserta didik. Kategori tingkat kognitif untuk penilaian autentik adalah : aplikasi (C3), analisis (C4),
evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pada umumnya penilaian tradisional menggunakan
tes pilihan berganda tidak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta
didik dalam berpikir kreatif.
Tingkat
kognitif pada Penilaian Autentik dan Penilaian Tradisional
Beberapa karakteristik penilaian
autentik adalah sebagai berikut :
1.
Berpusat pada peserta didik
2.
Merupakan bagian terintegrasi dari proses belajar mengajar
3.
Bersifat kontekstual dan bergantung pada konten pembelajaran
4.
Merefleksikan kompleksitas belajar
5.
Menggunakan mode/prosedur yang bervariasi
6.
Menginformasikan cara pembelajaran atau program pengembangan
yang seharusnya dilakukan,
7.
Bersifat kualitatif
Penerapan penilaian
autentik merupakan salah satu langkah tepat yang diamanahkan oleh pemerintah
kepada guru- guru di sekolah karena penilaian autentik ini memiliki berbagai
macam tujuan. Tujuan mengenai penilaian autentik diantaranya :
a.
Melacak kemajuan
siswa.
Guru dapat melacak
kemajuan belajar siswa dengan melakukan penilaian. Perkembangan hasil belajar
siswa dapat diidentifikasi, yakni meningkat atau menurun. Guru juga dapat
menyusun profil kemajuan siswa yang berisi pencapaian hasil belajar secara
periodik.
b.
Mengecek ketercapaian
kompetensi siswa.
Guru dapat mengetahui
apakah siswa telah menguasai kompetensi yang diharapkan atau belum dengan
melakukan penilaian. Setelah itu, guru dapat mencari tindakan tertentu bagi
siswa yang sudah atau belum menguasai kompetensi tertentu.
c.
Mendeteksi kompetensi
yang belum dikuasai oleh siswa.
Guru dapat mendeteksi
kompetensi-kompetensi apa saja yang belum dikuasai siswa sehingga nantinya guru
dapat mengambil tindakan tertentu agar kompetensi dapat dikuasai siswa,
misalnya dengan memperbaiki teknik dan strategi pembelajaran.
d.
Menjadi umpan balik
untuk perbaikan bagi siswa.
Hasil penilaian dapat
digunakan sebagai dasar bagi guru dalam memberikan umpan balik kepada siswa
untuk perbaikan siswa yaitu sebagai bahan acuan untuk memperbaiki hasil belajar
siswa yang masih rendah.
Wiggins (1998) menyarankan pada guru untuk menggunakan
metode atau prosedur yang bervariasi dalam melakukan penilaian autentik. Hal
ini disebabkan karena setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda
dalam belajar dan menunjukkan kemahirannya. Seorang peserta didik dapat dinilai
menggunakan beberapa cara yang berbeda, misalnya diminta mendemonstrasikan
keahliannya dan diikuti dengan wawancara. Berikut ini di deskripsikan beberapa
cara penilaian autentik untuk pelajaran sains.
1.
Penilaian dengan meminta pada peserta didik untuk
mengerjakan instruksi atau prosedur sains.
2.
Penilaian yang memeriksa praktik.
3.
Penilaian yang mengukur pemahaman peserta didik dalam
berpikir secara mendalam.
4.
Penilaian dengan melibatkan peserta didik dalam melakukan
presentasi atau penulisan laporan eksplorasi.
5.
Penilaian yang meminta peserta didik untuk merancang
eksperimen.
Pada beberapa
kasus, penilaian autentik dapat dilakukan dengan menggunakan soal esai (constructed response), misalnya :
Penyelesaian soal yang terkait dengan aplikasi matematika dalam dunia nyata.
Format yang diterapkan dalam penilaian dapat bervariasi, misalnya: menulis
laporan telaah buku secara kritis (critical
book report), melakukan riset sosial, melakukan wawancara dengan tokoh
masyarakat, melakukan survey kepuasan masyarakat tentang sebuah kebijakan atau
layanan public, dan sebagainya. Berikut ini dideskripsikan beberapa tugas
autentik untuk keterampilan tertentu.
|
Keterampilan/Pengetahuan
|
Tugas Autentik
|
|
Pengetahuan
prosedural
|
Menggunakan
computer
Mengendarai
mobil
Menerapkan
prosedur keselamatan
Melakukan
ekperimen
Menunjukkan
cara menyelesaikan soal matematika
|
|
Kemampuan
menyelesaikan masalah
|
Menguji
hipotesis
Menulis
laporan penelitian
Menyelesaikan
soal cerita dalam matematika
Mengidentifikasi
variable dengan menggunakan peta konsep
|
|
Bekerjasama
|
Mendengarkan
Kerja
kelompok
Menghasilkan
produk secara berkelompok
|
Pelaksanaan
penilaian mencakup beberapa tahapan yang perlu dilakukan selama rentang waktu
tertentu. Beberapa tahapan utama yang perlu dilakukan adalah sebagai beikut :
1. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang penting
untuk dimiliki atau dinilai.
2. Mengembangkan berbagai cara untuk mengukur penguasaan
pengetahuan dan keterampilan yang telah diidentifikasi.
3.
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dengan
menggunakan instrument yang dikembangkan.
4.
Menginterpretasikan atau menganalisis informasi yang
diperoleh untuk mengetahui hasil belajar.
5.
Menggunakan informasi yang diperoleh untuk memperbaiki
proses pembelajaran.
Ada
beberapa karakteristik yang perlu dimilki oleh penilaian autentik :
1.
Fokus pada kompetensi penting atau kecakapan khusus
2.
Dilakukan secara mendalam untuk mengetahui kompetensi
peserta didik,
3.
Berdampak pada penguatan proses dan hasil belajar
4.
Memiliki kriteria penilaian yang telah diketahui oleh
peserta didik, dan
5. Memberi kesempatan pada peserta didik untuk
mendemonstrasikan kemampuannya dengan berbagai cara.
Jika
disusun secara prosedural, tahapan pengembangan instrument penilaian autentik
pada umumny adalah sebagai berikut :
Tahapan Utama Pengembangan Unstrumen Penilaian Autentik
|
Tahapan
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
Identifikasi
standar
|
Apa yang
harus diketahui dan dapat dilakukan oleh peserta didik?
|
Guru
mrngidentifikasi standar yang harus dipenuhi oleh peserta didik, terutama
dengan mengacu pada kurikulum yang digunakan.
|
|
Pengembangan
tugas autentik
|
Tugas apa
yang perlu dilakukan agar peserta didik dapat menunjukkan kompetensinya?
|
Guru
menegmbangkan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik dalam upaya
mengetahui capaian peserta didik atas standar yang telah ditetapkan.
|
|
Tahapan
kriteria
|
Bagaimana
kriteria atau ciri-ciri yang menunjukkan bahwa tugas dilaksanakan dengan
baik?
|
Guru
mengidentifikasi karakteristik unjuk kerja (kriteria) yang menunjukkan
pemenuhan tugas secara baik. Indicator dikembangkan berdasarkan standar yang
telah ditetapkan.
|
|
Pengembangan
rubrik
|
Bagaimana
membedakan peserta didik yang terampil dan tidak terampil?
|
Guru
mengembangkan beberapa kategori atau tingkatan pemenuhan kriteria atau
indicator pencapaian kompetensi, dan dijadikan pedoman penskoran atau
“rubrik” untuk penilaian pemenuhan kompetensi.
|
Tahapan
selanjutnya adalah menetapkan skor acuan atau patokan, serta menyeuaikan
pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai standar yang telah ditetapkan.
Pertanyaan yang dapat diajukan adalah sebagai berikut.
Tahapan Penetapan Skor Acuan atau Patokan
|
Penetapan
skor patokan atau benchmark
|
Apa yang
diharapkan dari unjuk kerja siswa?
|
|
Penyesuaian
pembelajaran
|
Apa yang
harus dilakukan oleh siswa untuk meningkatkan kompetensinya?
|
Daftar
Referensi
Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan
Kurukulum 2013). Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada
Sani, R.A. 2016. Penilaian
Autentik. Jakarta : Bumi Aksara.
Berdasarkan artikel diatas saya
ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1.
Apa saja kendala yang mungkin dihadapi oleh guru dalam
melakukan penilaian autentik?
2.
Bagaimana guru mengatasi kendala dalam penilaian
autentik?
3. Jika anda seorang guru, apakah anda sudah menggunakan cara
penilaian autentik secara maksimal dalam berbagai aspek?
Pertanyaan no 2..guru harus mempersiapkan rubrik diawal semester sehingga dlm pelaksanaan pembelajaran guru bisa fokus ke materi dan penilaian
BalasHapusTerima kasih atas komentarnya
HapusAssalamualaikum warohmatullah wabarokatu
BalasHapusArtikel yang maenarik
Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1
Salah satu kendala penilaian otentik adalah keterbatasan guru dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa.
Sehingga sangat besar kemungkinan adanya aktivitas siswa yang tidak terlihat oleh guru sehingga tidak masuk dalam penilaian
Terima kasih atas komentarnya sebagai seorang guru, apa yang anda lakukan agar penilaian autentik dapat mencakup penilaian seluruh siswa ?
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara mengatasi kendala dalam penilaian autentik yaitu guru harus membuat alat untuk melakukan penilaian, tetapi adakalanya penilaian tidak bisa dipantau oleh guru contohnya dalam berkelompok
BalasHapusterima kasih sdri. rahayu bagaimana sebaiknya pemantauan yang harus dilakukan guru pada pembelajaran berkelompok?
HapusBaiklah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 1....
BalasHapusDalam melakukan penilaian autentik yg menjadi kendala adalah keterbatasan guru dalam menilaian siswa/i secara keseluruhan
terima kasih sdri novia. apa yang harus dilakukan seorang guru dalam mengatasi masalah tsb?
HapusSya sependapat dng novia kendala nya keterbatasan guru dlm menilai siswa secra keseluruhan dikarenakan jumlah siswa yg terllu bnyak dlm satu kelas
BalasHapusterima kasih sdri putri. apa yang harus dilakukan seorang guru dalam mengatasi masalah tsb?
Hapus