Selasa, 18 September 2018

PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21


Abad 21 dikenal sebagai abad globalisasi dan abad teknologi informasi.  Perubahan yang sangat cepat dan dramatis pada abad ini merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Era pengetahuan di abad 21 dicirikan adanya pertautan dalam dunia ilmu pengetahuan secara komprehensif. Era global serta pengintegrasian teknologi dalam pendidikan, turut mempercepat terjadinya sinergi pengetahuan lintas bidang ilmu, sehingga melahirkan bidang ilmu baru seperti: kimiafisik, biokimia, biofisika, bioteknologi, dll. Hal ini merupakan tantangan terutama dalam dunia pendidikan.
Sains  memiliki kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan teknologi, yakni sebagai ilmu dasar yang melandasi pengembangan teknologi. Hal ini yang menyatukan keduanya menjadi kesatuan yang dikenal sebagai Saintek/IPTEK. Kemajuan suatu negara tercermin dari kemajuan teknologinya, tentu saja termasuk kemajuan di bidang sainsnya. Jepang adalah contoh salah satu negara yang sangat concern dalam mengembangkan bidang sains dan telah mengantarkan negara ini menjadi negara maju khususnya di bidang teknologi. Oleh karenanya penguasaan sains menjadi sangat penting.
Menyadari kompleksitas tantangan di masa depan, komisi bidang pendidikan UNESCO (Commision Education for The “21” Century) merekomendasikan 4 pilar pendidikan yang dapat dijadikan sebagai landasan pendidikan meliputi:
1.      learning to know, yaitu belajar untuk mengetahui dengan cara menggali pengetahuan dari berbagai informasi.
2.      learning to do, yaitu belajar untuk melakukan suatu tindakan atau mengemukakan ide-ide.
3.      learning to be, yaitu belajar untuk mengenali diri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan.
4.      learning to live together, yaitu belajar untuk menjalani kehidupan bersama dan bermasyarakat yang saling bergantung, sehingga mampu bersaing secara sehat dan bekerjasama serta mampu menghargai orang lain.
            Arah pendidikan abad 21 ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan di Indonesia sebagaimana tercantum Undang Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Y.M. E, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Standar baru diperlukan agar siswa kelak memiliki kompetensi yang diperlukan pada abad ke-21. Sekolah ditantang menemukan cara dalam rangka memungkinkan siswa sukses dalam pekerjaan dan kehidupan melalui penguasaan keterampilan berpikir kreatif, pemecahan masalah yang fleksibel, berkolaborasi dan berinovasi.
Kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan oleh siswa dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan di abad ke-21 ditekankan pada tujuh (7) keterampilan berikut:
1.      Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,
2.      Kolaborasi dan kepemimpinan,
3.      Ketangkasan dan kemampuan beradaptasi,
4.      Inisiatif dan berjiwa entrepeneur,
5.      Mampu berkomunikasi efektif baik secara oral maupun tertulis,
6.      Mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan
7.      Memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi
            P21 (Partnership for 21st Century Learning) mengembangkan framework pembelajaran di abad 21 yang menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan dibidang teknologi, media dan informasi, keterampilan pembelajaran dan inovasi serta keterampilan hidup dan karir. Framework ini juga menjelaskan tentang keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dikuasai agar siswa dapat sukses dalam kehidupan dan pekerjaannya.

Framework pembelajaran di abad 21


Pergeseran paradigma Belajar Abad Ke-21


REFERENSI

Sudarisman, S. 2015. Memahami Hakikat dan Karakteristik Pembelajaran Biologi dalam Upaya Menjawab Tantangan Abad 21 Serta Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Florea, 2 (1): (29-35).
Wagner, John A. & Hollenbeck, John R. 2010. Organizational Behavior: Securing Competitive  
         Advantage. New Yor: Routledge.

Wijaya, E.Y., Sudjimat, D.A., dan Nyoto, A. 2016. Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era Global. Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan Matematika 2016 - Universitas Kanjuruhan Malang. (1) : 263-278.

Zubaidah, S. 2016. Diakses tanggal 16 September 2018. Keterampilan Abad Ke-21 : Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. https://www.researchgate.net/profile/  Siti_Zubaidah5/publication/318013627_KETERAMPILAN_ABAD_KE21_KETERAMPILAN_YANG_DIAJARKAN_MELALUI_PEMBELAJARAN/links/5954c8450f7e9b2da1b3a42b/KETERAMPILAN-ABAD-KE-21-KETERAMPILAN-YANG-DIAJARKAN-MELALUI-PEMBELAJARAN.pdf

Berdasarkan artikel diatas penulis ingin berdiskusi bersama mengenai beberapa pertanyaan antara lain:
1.      Dari empat pilar kehidupan yang mencakup learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together  manakah pilar yang paling sulit untuk diaplikasikan?
2.      Sebagai seorang pendidik, apa saja keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dimiliki dalam menghadapi  Pergeseran paradigma Belajar Abad Ke-21 ?
3.      Bagaimana cara kita untuk memastikan validitas sebuah informasi ?



























































 




28 komentar:

  1. Artikelnya sangat menarik. Disini saya mau memberi tanggapan atas pertanyaan no 2. Sebagai seseorang pendidik kita harus belajar dan belajar terus dalam menghadapi tantangan. Dan problema pendidikan yang berubah2. Supaya kita jangan sampai tenggelam karena arus perubahan (ketinggalan). Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari rohana atas komentarnya

      Hapus
  2. Saya akan mengomentari pertanyaan nomor 2
    Salah satu keahlian dan keterampilan yg harus dimiliki oleh guru dalam menyosonsong pembelajaran abad 21 adalah kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi yg berkembang saat ini. Dan juga guru hendaknya memiliki kwmampuan untuk mengakses atau mencari informasi terbaru sebanyak2nya yg berkaitan dg materi pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudara wendra. Bagaimana cara kita pada zaman banyak informasi (khususnya tentang pendidikan) untuk memfilter suatu informasi. apakah itu benar atau tidak?

      Hapus
  3. Baiklah saya akan menanggapi pertanyaan nomor 2

    Kemampuan yang harusnya dimiliki seorang pendidik adalah dalam mengahadapi pembelajaran 21 ini adalah :
    - Kemampuan mengenali dan mengatasi masalah, seorang pendidik perlu melakukan pendekatan terhadap peserta didiknya untuk dapat mengenali dan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh peserta didikknya baik itu yang berkaitan dengan akademik maupun non akademik.
    - Kemampuan / keterampilan berkomunikasi
    - Kemampuan mobilisasi pengembangan dan perubahan, yaitu pendidik berfungsi melakukan kegiatan kreatif, menemukan strategi, metode, cara-cara atau konsep-konsep yang baru dalam pengajaran agar pembelajaran bermakna dan melahirkan pendidikan dan melahirkan pendidikan yang berkualita.
    Dan apalagi dalam perkembangan teknologi sekarang ini, seorang pendidik / guru seharunya memiliki kemampuan :
    Kemampuan IT dalam menggunakan komputer / laptop
    - Kemampuan dalam penggunaan sosmed , seperti whatapp atau line yang bisa dibuat group untuk
    diskusi antara guru sesama guru dan guru dengan siswa.
    - Guru harus menyediakan media pembelajaran yang inovatif dan persuasif sehingga
    meningkatkan minat belajar siswa/i.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Novia, bagaimana cara guru untuk meningkatkan berbagai keterampilan tersebut ?

      Hapus
    2. setuju dengan novia dengan beberapa kemampuan yang sudah dipaparkan. kemampuan tersebut harus dimiliki oleh guru agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan siswa yang dimana pendidikannya pada zaman milenial saat ini

      Hapus
  4. Saya menanggapi persoalan nomor 2 menurut saya sebagai pendidik kita tidak boleh berhenti belajar, semua aspek harus kita pelajari dan kritisi. Ada perkembangan yang bisa kita gunakan dan ada yg tidak.

    BalasHapus
  5. Baiklah saya akan menangapi pertanyaan no 2
    Sebagai seorang pendidik, apa saja keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dimiliki dalam menghadapi Pergeseran paradigma Belajar Abad Ke-21 ?
    Sebagai seorang pendidik harus memiliki Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal dengan creativity and imagination. Guru harus bisa memancing siswa untuk berpikir kreatif dalam segala bidang yang ada di dunia pendidikan. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, guru harus mampu menumbuhkan setiap kreatifitas semua siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih saudari zahara, apakah kemampuan berpikir kreatif saja yang harus ditumbuhkan/dikembangkan pada abad 21 ini?

      Hapus
  6. Menurut saya yg paling sulit yaitu learning to live together, alasannya didalam kehidupan nyata kita akan kesulitan yg utk menghadapi kenyataan yg langsubg dr pada kesulitan yg telah kita ketahui atau yg telah ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdr. roni. menurut anda bagaimana langkah kita dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang muncul?

      Hapus
  7. artikelnya sangat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran

    BalasHapus
  8. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang yang harus dimiliki seorang pendidik mengenai keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang harus dimiliki dalam menghadapi Pergeseran paradigma Belajar Abad Ke-21 yaitu guru perlu memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi dan guru harus memiliki skill dalam segala bidang

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri. rahayu. menurut anda bagaimana cara seorang guru untuk meningkatkan kemampuan/keterampilan abad 21?

      Hapus
  9. asalamualaikum
    artikel yang sangat menarik
    saya mengomentari pertanyaan nomor 1
    meurut saya keempatnya sulit untuk diterapkan.
    agar siswa terampil dalam keempat keterampilan itu butuh proses yang lama dan kompleks

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsalam. terima kasih sdri. novrina. sebagai seorang guru keterampilan apa yang sudah anda latih/terapkan kepada siswa/siswi anda?

      Hapus
  10. terimakasih kak Bestia
    artikelnya sangat menarik dan bermanfaat

    BalasHapus
  11. saya akan menaggapi pertanyaan no 3.
    dengan cara melakukan pengujian validasi
    1.Pengujian validitas konstruk; menggunakan pendapat para ahli mengenai aspek yang akan diukur. Kemudian dilakukan ujicoba instrumen pada sampel dari populasi yang akan digunakan. Setelah data ditabulasikan, maka pengujian validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor, yaitu dengan mengkorelasikan antar skor item instrumen dalam suatu faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total. Pengujian validitas seluruh butir instrumen dalam satu variabel dapat juga dilakukan dengan cara mencari daya pembeda skor tiap aitem dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah. Pengujian analisis daya pembeda dapat menggunakan t-test.
    2.Pengujian validitas isi; untuk instrumen yang berbentuk tes dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Di sisi lain, pengujian validitas isi dari instrumen yang akan mengukur efektivitas pelaksanaan program, dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan. Untuk menguji validitas butir-butir instrumen lebih lanjut, maka setelah dikonsultasikan kepada para ahli, selanjutnya diujicobakan, dan dilakukan analisis aitem atau uji beda.
    3.Pengujian validitas eksternal; dilakukan dengancara membandingkan (untuk mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan. Bila terdapat kesamaan, maka dapat dinyatakan instrumen tersebut memiliki validitas eksternal yang tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan bu reni, secara sederhananya kita harus menfkonfimasi lebih dari 2 sumber

      Hapus
    2. terima kash sdri. febby dan sdri reni

      Hapus
  12. Sya sependapat dng saudara wenda yg mengatakan yg menyonsong abad 21 ukni teknologi dan informasi, dan mengakses sebanyak"nya informasi yg berkaitan dng materi, tetapi sebaiknya juga guru dalam mencari informasi hrus lebih detail agar info yg didapat itu memang benar"betul

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sdri putri.sebgai seorang guru apakah anda sudh menerapkannya?

      Hapus
  13. Sebaiknya penulisan mengikuti aturan penulisan

    BalasHapus

KECERDASAN BUATAN ATAU ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semak...