Model Pembelajaran Berbasis Masalah
(PBM), dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan
pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. PBM bertujuan
untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir,
menyelesaikan masalah, dan keahlian intelektual.
Terdapat
tiga ciri utama Model Pembelajaran Berbasis Masalah, yaitu:
- Tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran, tetapi melalui PBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi,mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.
- Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.
- Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir dedukif dan induktif.
Bentuk
utama dari PBM adalah mengajukan pertanyaan/masalah yang dapat dikaji dalam berbagai disiplin
ilmu, penyelidikan hal-hal nyata, kolaborasi dan menghasilkan sesuatu yang
dapat dipublikasikan. John Dewey, seorang ahli pendidikan, berkebangsaan
Amerika menjelaskan 6 langkah PBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan
masalah (problem bases learning) sebagai berikut :
1.
Merumuskan masalah
2.
Menganalisis masalah
3.
Merumuskan hipotesis
4.
Mengumpulkan data
5.
Menguji hipotesis
6.
Merumuskan rekomendasi pemecahan
masalah
Model
pembelajaran Berbasis Masalah ini tidak dirancang untuk membantu guru
memberikan informasi banyak kepada siswa. Model ini dikembangkan untuk membantu
siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, keterampilan
intelektual, belajar berperan sebagai dewasa melalui pelibatan siswa dalam
pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi Self-regulated
learner.
|
Fase
|
Peran Guru
|
|
Orientasi siswa kepada masalah
|
Guru
menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan segala hal yang akan dibutuhkan,
memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
|
|
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
|
Guru
membantu siswa mendefenisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah.
|
|
Membimbing
penyelidikan individual maupun kelompok
|
Guru
mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan
eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan
masalah.
|
|
Mengembangkan
dan menyajikan hasil karya
|
Guru
membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai,
melaksanakan eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah.
|
|
Menganalisa
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
|
Guru
membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mereka dalam proses-proses yang mereka gunakan.
|
Penilaian
dan tugas evaluasi yang tepat untuk PBM adalah menemukan prosedur penilaian alternative
untuk mengukur pekerjaan peserta didik seperti hasil belajar dan kemampuan
untuk mempertunjukan sesuatu. Prosedur tersebut terdiri atas :
a.
Penilaian hasil belajar
b.
Penilaian sebenarnya
c.
Portofolio peserta didik
d.
Penilaian pada kesiapan dalam belajar
(learning potential)
e.
Penilaian untuk usaha kelompok
f.
Checklist
dan
skala perbandingan
g.
Penilaian alternatif dengan percobaan
dari pendekatan baru
Daftar
Referensi
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran . Jakarta: Bumi Aksara
Wisudawati, A.W, dan Sulistyowati, E.2017.
Metodologi pembelajaran IPA. Jakarta
: Bumi Aksara
Berdasarkan artikel diatas penulis
ingin berdiskusi mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1. Pada mata pelajaran Biologi, materi apa yang sangat cocok menggunakan model
PBM ?
2. Apakah PBM bisa digunakan dalam mata
pelajaran Matematika ?
Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya
BalasHapus