Senin, 08 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM)

            Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. PBM bertujuan untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menyelesaikan masalah, dan keahlian intelektual.
Terdapat tiga ciri utama Model Pembelajaran Berbasis Masalah, yaitu:
  1.  Tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran, tetapi melalui PBM siswa aktif berpikir, berkomunikasi,mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.
  2. Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah.
  3. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir dedukif dan induktif.
Bentuk utama dari PBM adalah mengajukan pertanyaan/masalah  yang dapat dikaji dalam berbagai disiplin ilmu, penyelidikan hal-hal nyata, kolaborasi dan menghasilkan sesuatu yang dapat dipublikasikan. John Dewey, seorang ahli pendidikan, berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah PBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem bases learning) sebagai berikut :
1.       Merumuskan masalah
2.       Menganalisis masalah
3.       Merumuskan hipotesis
4.       Mengumpulkan data
5.       Menguji hipotesis
6.       Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah

Model pembelajaran Berbasis Masalah ini tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi banyak kepada siswa. Model ini dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, keterampilan intelektual, belajar berperan sebagai dewasa melalui pelibatan siswa dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi Self-regulated learner.

Sintaks model pembelajaran berbasis masalah
Fase
Peran Guru
Orientasi siswa kepada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan segala hal yang akan dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mendefenisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah.
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai, melaksanakan eksperimen atau pengamatan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dalam proses-proses yang mereka gunakan.

Penilaian dan tugas evaluasi yang tepat untuk PBM adalah menemukan prosedur penilaian alternative untuk mengukur pekerjaan peserta didik seperti hasil belajar dan kemampuan untuk mempertunjukan sesuatu. Prosedur tersebut terdiri atas :
a.       Penilaian hasil belajar
b.       Penilaian sebenarnya
c.       Portofolio peserta didik
d.       Penilaian pada kesiapan dalam belajar (learning potential)
e.       Penilaian untuk usaha kelompok
f.        Checklist dan skala perbandingan
g.       Penilaian alternatif dengan percobaan dari pendekatan baru

Daftar Referensi
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran . Jakarta: Bumi Aksara
Wisudawati, A.W, dan Sulistyowati, E.2017. Metodologi pembelajaran IPA. Jakarta : Bumi Aksara

Berdasarkan artikel diatas penulis ingin berdiskusi mengenai beberapa pertanyaan, yaitu :
1.       Pada mata pelajaran Biologi,  materi apa yang sangat cocok menggunakan model PBM ?
2.       Apakah PBM bisa digunakan dalam mata pelajaran Matematika ?

1 komentar:

  1. Terimakasih untuk artikel yang bermanfaat ini memberikan referensi tambahan bagi saya

    BalasHapus

KECERDASAN BUATAN ATAU ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

  Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semak...